Pantai Papuma

Papuma apaan sih? Tetangganya Papua?
Jauuuuh… ternyata. Papuma = Pasir Putih Mali’an.
Pantai Papuma ini bertetangga sama Pantai Watu Ulo, di deketnya Ambulu, Jember. Sekitar 45 menit bermobil dari alun-alun kota Jember.
Berkat sepupu-sepupu kecil yang hobinya menyambangi pantai ini, sepupu-sepupu gedhe pun diboyong kesana. (Jebul yang gedhe-gedhe masih kalah ngukur dalan e daripada para krucil. Ya maklum, yang gedhe-gedhe konsentrasinya terbagi jadi hunting makanan juga sih
).

Agak sayang, waktu sampai disana cuacanya mendung bahkan sempat gerimis mengundang, jadi sesi poto-poti agak nggak sukses. On the other hand, menyenangkan sekali, karena bisa puas bengong masuk angin di pantai sambil ber-relaksasi ria dengerin suara ombak. Kalau mau yang agak kalem ya di bagian teluknya. Kalo mau yang deburan ombaknya bikin rada merinding (apalagi sambil ngeliat deburan ombak yang menghantam batu-batu karang besar itu), silahkan menghadap ke sisi Samudera Indonesia. Puassss.

Nggak terasa, dalam hati bersenandung lagu Naturaleza Muerta:
Y llorar, y llorar, y llorar por él
Y esperar, y esperar, y esperar de pie
En la orilla a que vuelva Miguel

Hmmm… tambah puasss. Moodnya match. Debur ombaknya dapet. Gloomynya juga pas banget.
Total Damage:
5000 rp per kepala. (Ditarik dua kali, soalnya kita lewat Pantai Watu Ulo waktu datang, sigh, nggak mampir tetep disuru bayar).
5000 rp parkir mobil.
Satisfaction rate:
bintang tiga.
Karimun Jawa
18 Agustus 2009
Disimpan dalam Indonesia
Tag: jepara, karimun jawa, long weekend, semarang
Akhirnya kami sampai juga di Karimun Jawa, setelah diskusi panjang via chatting dan email ditambah menyiapkan sajen berbagai perbekalan lainnya. Berhubung enggak setiap hari ada kapal yang berangkat ke Karimun Jawa, kami memutuskan untuk berangkat hari Sabtu via Pelabuhan Tanjung Mas-Semarang, dengan Kapal Cepat Kartini 1. Untungnya kami sudah pesan tiket sebelum berangkat, karena banyak orang yang tidak kebagian tiket sehingga terpaksa ditinggal di pelabuhan. Kepulauan Karimun Jawa bisa ditempuh selama 3-4 jam dengan kapal cepat (tergantung arus) dan 5-6 jam dari Pelabuhan Pantai Kartini di Jepara naik Kapal Ferri nya ASDP. Siap-siap antimo yak buat yang nggak tahan naik kora-kora kapal.
Tepat jam 13.09 kami berlabuh di pelabuhan Karimun Jawa. Berhubung kami belum punya tempat menginap, kami harus cari-cari penginapan dulu. Kota Karimun ini enggak terlalu besar, bahkan Bayek berhasil menghafalkan denah kota ini dalam waktu kurang dari sehari semalam. Enggak seperti saya yang sampai mau meninggalkan kota aja masih nyaris kesasar. Anyway, kami menginap di Homestay Mulya Indah punya Keluarga Pak Mulyono. Enak tempatnya, bersih dan nyaman.
Setelah jamak sholat Dhuhur dan Ashar, kami memutuskan untuk bermain ke Pulau Menjangan Besar. Berhubung kami berlima, kami pergi ke Pulau itu dengan membayar 10ribu rupiah per orang untuk ongkos transportasi berupa speedboat kecil. Disana kami jelajah setengah pulau mencari tempat sepi dan membuat peradaban narsis-narsisan bersama sampai waktu Maghrib tiba dan speedboat menjemput. Di sana, kami banyak bermain-main sama Clypeasteroida (sand dollar). Bakda Isya’ kami makan malam di Warung Bu Ester yang sudah terkenal di seantero dunia blog & forum pengunjung Karimun Jawa. Dengan 9.500 rupiah, saya bisa makan nasi porsi bebas, sayur, telur dan ikan tongkol goreng. Hmm… Yummy…
Besok paginya, kami berangkat ke dermaga jam 8 pagi. Dengan membawa dua kresek berisi perbekalan berupa air, pop mie, dan termos air panas, kami pun berlayar berkapal menuju Pulau Menjangan Kecil, Pulau Cemara, dan terakhir ke Ujung Gelam.
Pulau Menjangan Kecil
Untuk bermain-main di Pulau ini, kita harus membayar 10.000rp per orang. Pasirnya agak kasar, hati-hati kalo jalan, bisa-bisa ntar jalan sambil bunyi aw aw aw aw… karena menginjak pecahan-pecahan koral yang kasar.
Pulau Cemara
Pulau paling jauh yang dikunjungi kemarin. Pasirnya bersih dan cukup sepi. Setelah puas berpose-pose, kami sempat tidur siang dibawah pohon cemara. Berhubung sudah masuk waktu Ashar setelah kami bangun, kami sholat Dhuhur dan Ashar dulu disini. Wudhunya pake air laut. Brrrrrr… uassssiiiiiiin… Dilanjut gelaran bekal… nyam nyam nyam. Maya dan Lina berhasil berpose-pose lucu disini. wkwkwkwkwk….
Ujung Gelam
Sunset hunting dimulai!!! Beberapa orang main snorkling, beberapa yang lain sibuk hunting foto. Foto-foto ikan berbagai warna pun bisa didapet karena ada kamera bawah airnya Tiko. Psssssst… ada ikan yang transparan juga! Sayangnya nggak bisa liat Nemo. Hiks hiks…
Setelah hari gelap kamipun meninggalkan Ujung Gelam, sambil berselimut kain pantai yang basah kuyup dan membawa pulang semilyar(!) kenangan, kamipun kembali ke penginapan. Besok paginya kami kembali ke Pulau Jawa via Pelabuhan Jepara dengan Kapal Ferri Muria. 6 jam kami berjemur di rooftop. Hmm… puassssss kena angin.
Total Damage:
Kapal KMC Kartini I Kelas Eksekutif 131.000 rp.
Penginapan 60.000rp./kamar
Makan di Warung Bu Ester: <10.000rp.
Makan di penginapan: 15-20.000rp.
Perahu untuk island hopping: 300.000 rp. (kayaknya karena ini peak season)
Speedboat ke pulau Menjangan Besar: 10.000rp./orang
Sandar di Ujung Gelam: 25.000rp.
Main-main di pulau Menjangan Kecil: 10.000rp./orang
Kapal Ferri kelas ekonomi: 30.500rp./orang
Becak dari Pelabuhan Jepara ke Terminal: 10.000rp.
Bus Jepara-Semarang: 11.000rp./orang
Bus Jepara-Jakarta: 90.000-110.000 rp.
Bus Jepara-Bandung: 75.000 rp. (koreksi 19.08.2009–info by Tiko)
Satisfaction rate:
bintang 4